>



Pesan Menag Pada Perayaan Jumat Agung dan Hari Raya Paskah


MediaNias.ID
- Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengucapkan selamat merayakan Jumat Agung dan menjelang hari Raya Paskah kepada seluruh umat Nasrani. Hari ini, umat Nasrani bakal merayakan Ibadah Jumat Agung yang menjadi rangkaian dalam perayaan Tri Hari Suci Paskah. "Selamat merayakan Jumaat Agung dan menjelang perayaan hari Raya Paskah kepada saudaraku, umat Nasrani di seluruh Indonesia," ujar Yaqut di Jakarta, Kamis (1/4/2021). Yaqut mengajak umat Nasrani untuk menjadikan nilai-nilai Paskah sebagai spirit membangun masyarakat. Caranya, dengan semakin peduli kepada sesama, khususnya yang menderita, sebagaimana dicontohkan Yesus.

"Mari membuka hati dan peduli kepada sesama. Nilai ini sangat penting, terlebih di tengah pandemi yang sudah lebih setahun ini mendera bangsa. Kepedulian ibarat pupuk agar iman tidak mati, dan itu bagian dari makna dan bentuk pertaubatan,” tuturnya.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas

Dia mengimbau agar perayaan Paskah tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan lantaran pandemi Covid-19 masih berlangusng. "Mari doakan bersama, agar pandemi Covid-19 ini bisa segera teratasi sehingga umat bisa kembali dalam kehidupan normalnya," tutupnya.

Sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia menambah jumlah aparat keamanan di beberapa objek vital untuk mengamankan perayaan Jumat Agung (2/4/2021) dan Paskah (4/4/2021).

Adapun penambahan aparat tersebut masih berhubungan dengan aksi penyerangan di Mabes Polri dan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Korlantas Polri Irjen Pol. Istiono menuturkan bahwa penambahan personel bertujuan agar masyarakat yang merayakan Paskah merasa aman. “Sektor-sektor tempat konsentrasi massa, kami lapis dengan kekuatan-kekuatan yang cukup untuk mengamankan kegiatan masyarakat,” ungkapnya seperti dikutip dari Antara (1/4/2021). Dia mengungkapkan telah ada senjata dipersiapkan semua di tempat strategis untuk melapis keamanan. Perlengkapan senjata tersebut dilakukan mengamankan daerah-daerah yang berpotensi menjadi sasaran teroris.


Sumber: Bisnis.com

Masukkan alamat email anda untuk menerima update berita: