Pembatasan Pelayanan di RSUD Gunungsitoli Diperpanjang


MediaNias.ID
, Gunungsitoli - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPP) Kabupaten Nias kembali mengumumkan bahwa pembatasan pelayanan  Poli dan Fisioterapi di RSUD Gunungsitoli Diperpanjang hingga 30 September 2020 mendatang.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Nias Dahlan Roso Lase  melalui rilis berita yang dikirimnya kepada MEDIANIAS.ID Rabu (16/9/2020).

"Mengingat tenaga medis semakin banyak yang terpapar. Maka pembatasan pelayanan diperpanjang hingga 30 September 2020" ujar Dahlan. Kecuali pasien emergency sambungnya.

Dijelaskan Dahlan, adapun alasan perpanjangan pembatasan pelayanan tersebut, saat tes cepat  molekur (TCM) kepada sejumlah tenaga medis (14/9/2020) masih ditemukan yang terpapar.

Misalnya SN warga Desa Hiliweto Kecamatan Gido Kabupaten Nias, sebagai tenaga kesehatan di RSUD Gunungsitoli. Hasil swab TCM yang bersangkutan terpapar COVID-19.

Sementara itu, beberapa hari yang lalu Direktur RSUD Gunungsitoli dr. Julianus Dawolo mengeluarkan surat bahwa ketersediaan cartridge TCM hampir habis. Maka tidak melayani pemeriksaan baru melainkan pasien yang sudah diisolasi. Hal ini sempat mendapat sorotan di media sosial.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nias Sabayuti Gulo menyatakan kondisi RSUD Gunungsitoli saat ini merupakan cluster terbaru penyebaran COVID-19 dan mendukung kebijakan pembatasan pelayanan yang tidak emergency. Dimana tenaga medis sangat kekurangan melayani masyarakat. Untuk itu, dia menyarankan agar pemerintah membuka kerjasama dengan pihak luar dalam pemenuhan tenaga dokter dan perawat.

"Ada baiknya pengelola rumah sakit membuka pendaftaran relawan. Dan atau kerjasama ke pemerintah lebih atas atas mengirimkan tim medis" kata Sabayuti.

Hal sedana juga disampaikan oleh salah seorang pemerhati RSUD Gunungsitoli Anugrah Zendrato. Menurutnya, tenaga medis juga manusia yang punya batas kemampuan. Dan bahkan sebenarnya mereka hanya sebagai garda terakhir dalam melawan COVID-19 ini. 

"Dokter dan perawat itu garda terakhir. Pribadi-pribadi yang merupakan ujung tombak pencegahan COVID-19 ini" kata lelaki yang akrab disapa dengan Pian Zendrato itu.

Maka dia menyarakan agar masyarakat yang memahami bidang kesehatan bersedia menjadi relawan di RSUD Gunungsitoli untuk menggantikan sementara mereka yang masih diisolasi. Sehingga pelayanan tetap berjalan. (ON).

Masukkan alamat email anda untuk menerima update berita: