Pemerintah Tetapkan 10 Kawasan Prioritas Pariwisata, Nias Dimana?

Herwil Junaidi Harefa (Dok. Pribadi)
MediaNias.ID, Gunungsitoli - Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara hingga mencapai 20 juta orang pada tahun 2019. Sejak tahun 2016, pemerintah sudah melakukan berbagai strategi khusus untuk mendatangkan 12 juta wisatawan mancanegara dan 260 juta wisatawan domestik.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menetapkan 10 destinasi unggulan. Kesepuluh destinasi ini dipilih oleh Kementerian Pariwisata Indonesia  berdasarkan potensi yang luar biasa yang diharapkan mampu menarik perhatian wisatawan, diantaranya:

1. Danau Toba - Sumut
2. Pantai Tanjung Kelayang - Bangka Belitung
3. Pantai Tanjung Lesung - Banten
4. Kepulauan Seribu - DKI Jakarta
5. Candi Borobudur - Jawa Tengah
6. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru - Jawa Timur
7. Mandalika - Lombok
8. Labuan Bajo - Nusa Tenggara Timur
9. Pulau Morotai - Maluku
10. Taman Nasional Wakatobi - Sulawesi Tenggara.

Lima tahun yang lalu tepatnya tahun 2015, 10 Daerah ini juga masuk menjadi kawasan wisata prioritas. Menjadi daerah prioritas pariwisata tentu akan mendapatkan keuntungan salah satunya mendapatkan suntikan dana dari pemerintah pusat.

Seperti tahun ini, Kawasan Danau Toba mendapatkan anggaran dari Kementrian PUPR sebesar 2,4 Triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba. Bahkan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, anggaran pada 2020 lebih besar dari tahun 2019 yang hanya sebesar Rp 821,3 miliar.

Lantas bagaimana dengan Kepulauan Nias? Bukankah tahun lalu, baru saja diadakan event berskala internasional yaitu Sail Nias 2019 yang turut dihadiri oleh beberapa Menteri?

Menurut salah seorang pelaku wisata Herwil Junaidi Harefa yang sudah belasan tahun menggeluti indrustri pariwisata mengatakan bahwa sebenarnya Kepulauan Nias merupakan salah satu daerah wisata andalan di pulau sumatera yang memiliki potensi hingga mancanegara  karena wisata minat khususnya surfing telah dengarakan kejuaraan tingkat dunia yang awalnya QS 1000 di tahun 2018 meningkat ratingnya Menjadi QS 3000.

“Namun Pulau Nias dengan banyak potensi yang dimilikinya tidak termasuk dalam rangkaian kabupaten kota yang digulirkan anggaran BPODT” Jelas Herwil mempertanyakan.

Jadi Pariwisata Nias untuk Provinsi Sumatera Utara posisinya seperti apa ?

Layakkah Nias bersaing menjadi pariwisata nasional padahal kelasnya sudah ditingkat dunia ditambah lagi ratusan pulau pulau yang indah yang mengelilinginya yang tidak kalah dengan maldive dan syechelles yang sudah sangat terkenal wisatanya di kalangan dunia, tentu kita berharap ada kerjasama yang baik antar Kabupaten/Kota di Kepulauan Nias untuk bersinergi dalam pembangunan khususnya bidang pariwisata, dengan melibatkan para pelaku indrustri pariwisata, jelas Herwil menutup pembicaraan.

Masukkan alamat email anda untuk menerima update berita: