>

5 Orang Dokter Spesialis Mengajukan Pengunduran diri, Bagaimana Pelayanan di RSUD Nisel Selanjutnya!?


Medianias.ID _ RSUD Nias Selatan, Sumatera Utara berpotensi menghadapi situasi yang tidak sederhana. Lima dokter spesialis yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan medis rumah sakit tersebut diketahui telah mengajukan penarikan Surat Izin Praktik (SIP) yang direncanakan mulai berlaku 1 April 2026.

Kelima dokter itu merupakan spesialis anak, spesialis penyakit dalam, spesialis bedah, spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn), serta spesialis paru. Mereka juga merupakan satu-satunya dokter spesialis di bidangnya masing-masing yang saat ini bertugas di RSUD Nias Selatan.

Jika penarikan izin praktik tersebut benar-benar terlaksana, rumah sakit milik pemerintah daerah itu berpotensi kehilangan hampir seluruh layanan spesialis dasar yang selama ini menjadi penopang pelayanan medis bagi masyarakat.

Dokter spesialis memiliki peran vital dalam berbagai layanan kesehatan, mulai dari penanganan pasien di instalasi gawat darurat, pelayanan rawat inap, hingga tindakan medis seperti operasi dan penanganan persalinan dengan komplikasi.

Direktur RSUD Nias Selatan, Yanni Susanti Sarumaha SKM.,M.K.M, Jumat (13/3/2025) membenarkan bahwa pihak rumah sakit telah menerima permohonan penarikan izin praktik dari para dokter spesialis Tersebut.

“Lima dokter spesialis telah mengajukan permohonan penarikan Surat Izin Praktik (SIP) pada 10 Maret lalu. Permohonan tersebut direncanakan mulai berlaku pada 1 April 2026,” terang Yanni Sarumaha.

Ia juga menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak dipicu oleh persoalan internal di lingkungan rumah sakit.

“Secara pribadi saya menyampaikan bahwa tidak ada konflik internal di antara para pegawai di sini, termasuk dengan para dokter spesialis tersebut. Alasan mereka menarik SIP karena tidak lagi mendapatkan tambahan penghasilan. Memang sebagai ASN, tambahan penghasilan itu selama ini menjadi salah satu pemasukan di luar gaji,” ujarnya.

Penelusuran terhadap dokumen kebijakan pemerintah daerah menunjukkan bahwa dalam regulasi sebelumnya, dokter spesialis di RSUD Nias Selatan tercatat sebagai penerima tambahan penghasilan dengan nilai yang cukup besar setiap bulannya. Namun dalam regulasi terbaru yang berlaku pada tahun anggaran 2026, kategori dokter spesialis tidak lagi tercantum dalam daftar penerima tambahan penghasilan tersebut.

Perubahan kebijakan ini diduga menjadi salah satu faktor yang mendorong para dokter spesialis tersebut mengambil langkah menarik izin praktik mereka dari RSUD Nias Selatan.

Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan terganggunya sejumlah layanan medis yang membutuhkan penanganan dokter spesialis, seperti tindakan operasi, penanganan penyakit berat, hingga layanan persalinan dengan komplikasi.

Masyarakat Nisel menunggu langkah nyata pemerintah daerah. Sebab tanpa dokter spesialis, rumah sakit daerah berisiko kehilangan fungsi utamanya sebagai tempat rujukan pelayanan kesehatan. (YD)

Masukkan alamat email anda untuk menerima update berita: