Pandemic COVID-19, Manajemen RSUD: Baiknya Pasien Tidak Dibesuk

RSUD Gunungsitoli di Jl. Ciptomangunkusumo Kota Gunungsitoli. Dokumen foto, Senin (22/6/2020). Onlihu Ndraha, S.E
MediaNias.ID, Gunungsitoli - Masa Pandemic Corona virus Disases 19 (COVID-19) diharapakan kepada seluruh masyarakat untuk menahan diri dan tidak membesuk pasien yang tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungsitoli guna pencegahan penularan berbagai penyakit.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pelayanan RSUD Gunungsitoli dr. Hotman Purba kepada MediaNias.ID melalui pesan singkatnya, Senin (22/6/2020).

"Ini udah kita buat sejak ada himbauan dari Kemenkes tentang pedoman pencegahan Covid sejak bulan Maret akhir atw awal April" ujar Hotman sambil mengirim dokumen himbauan yang sudah dipampang di halaman RSUD Gunungsitoli.

Sejak adanya penetapan Pandemic Covid19, manajemen RSUD Gunungsitoli seketika membuat himbauan agar keluarga, kerabat dan teman kerja tidak membesuk pasien melainkan hanya penjaga. "Kita udah buat spanduk dan stiker yg di tempel di ruangan dan juga udah di share di group2  WA , Telegram dan FB". Jika masih adanya masyarakat yang menganggap himbauan ini dibuat-buat, kiranya dapat dimaklumi bersama.

Setiap pasien yang dirawat di RSUD Gunungsitoli hanya diperbolehkan satu orang penjaga. Dan bila hendak keluar ruangan wajib memakai tanda pengenal yang sudah diberikan pihak RSUD GunungsitoliI. "Kalau tidak ada tanda pengenal, pasti tidak diperkenankan masuk di ruangan".

Mantan Humas RSUD Gunungsitoli itu mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menaati anjuran pemerintah selama masa pandemic ini berlangsung. "Pakai masker, cucui tangan, jarak jarak, hindari kerumunan".

Pantauan MediaNias.ID Senin (22/6/2020) sekitar pukul 11.20 WIB, beberapa masyarakat yang hendak melakukan besuk disalah satu ruangan. Oleh penjaga keamanan seketika mengingatkan dan menghadang untuk tidak masuk ruangan. Walaupun masih terdapat  yang berani menerobos anjuran yang sudah diberikan. (ON)

Masukkan alamat email anda untuk menerima update berita: