Tanaman Padi di Orahili Diserang Hama

Ibu Rahamo Zebua tengah menyemprot obat anti hama di ladangnya yang mencapai setengah hektar itu. Selasa (23/6/2020). Dokumentasi foto Onlihu Ndraha, S.E
MediaNias.ID, Bawolato - Tanaman padi yang mencapai 50 hektar di Desa Orahili Kecamatan Bawolato Kabupaten Nias diserang hama. Daun keriting dan kering.

Seperti disampaikan seorang ibu Rahamo Zebua kepada MediaNias.ID, Selasa (23/6/2020) tanaman padinya yang mencapai setengah hektar itu, seluruh ya diserang hama. Hal ini memang sudah dilaporkan kepada PPL Pertanian.

"Marasega pa, ahori i'a were lazama" yang artinya tanaman padi mereka semuanya diserang hama. Kata Rahamo dengan wajah sedih.

Menurut wanita yang sudah bergabung pada Kelompok Tani Faomasi itu, tanaman padi yang dia tanam durasi panen enam bulan.

Saat ini saja, padinya sudah berumur 3 bulan. Setelah diserang hama, kemungkinan gagal panen. Seminggu yang lalu sudah bertemu dengan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan sudah merekomendasikan pemberian obat.

Perempuan yang akrab di sapa Ina Iman itu menyatakan, hampir dua tahun ini dia tidak pernah memberikan pupuk ditanaman padinya. "Ata'udo wame'e pupu. Lamane tekiko dano hegoi wakhe". Artinya dia takut memberikan pupuk karena merusak lahan dan tanaman.

Bibit tanaman padi yang baru saja ditanami oleh petani di Desa Orahili Kecamatan Bawolato Kabupaten Nias. Tanpa memperhatikan jarak. Selasa (23/6/2020). Dokumentasi foto Onlihu Ndraha, S.E
Berdasarkan pengalaman sebelumnya. Menurut Rahamo bahwa pernah  kelompoknya memberikan pupuk. Tapi tanaman kering dan kuning. Sampai gagal panen.

Lanjut janda yang sudah berumur 56 tahun itu, tahun ini dia hanya dapat pupuk dari pemerintahan desa secara gratis. Sedangkan pupuk bersubsidi lainnya tidak dia ketahui.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nias Faonaso Laoli merespon hal itu dan berjanji segera menurunkan tim dan membawa obat.

"kami Rabu 24 Juni 2020 pasti menurunkan tim dan membawa obat" ujar Faonaso melalui telepon selulernya dengan semangat.

Pengamatan MediaNias.ID Selasa (23/6/2020) bahwa area sawah yang mencapai 50 hektar itu tidak dialiri oleh irigasi. Petani hanya mengandalkan air tadah hujan.

Kemudian, tidak memperhatikan jarak tanam serta tidak serentak menanam di suatu hamparan. (ON)

Masukkan alamat email anda untuk menerima update berita: